Kumpulan Puisi Pahlawan Terbaru

Advertisement
Puisi Pahlawan terbaru kali ini saya akan membawakan tema yang berjudul tentang hari pahlawan. apa itu pahlawan, yaitu suatu penghargaan yang di nobatkan sebagai orang yang penting dalam perubahan di khidupan sosial ini dan juga merelakan segala hal untuk mencari kebenaran yang sejati.

Memang benar suatu pahlawan yang tanpa jasa dan tak pernah lelah untuk suatu perubahan yang dia inginkan dan tentunya bagi semua bangsa dan agama. tak terkecuali, mengorbankan dirinya sendiri yang bermodal keberanian dan kebenaran untuk mengahancurkan orang yang kebohongan.

Dan itu patut kita hormati dan syukuri. karena itu menjadikan suatu motivasi kita untuk menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa dan umat beragama. langsung saja kepada inti gak banyak komentar, di bawah sini ada beberapa kolek sekumpulan puisi pahlawan :

Kumpulan Puisi Pahlawan Terbaru

--SENYUM PAHLAWANKU--

Cucur keringat dalam asamu
Darah yang mengalir dalam nadimu
Tak patahkan semangat perjuanganmu
Meraih asa harapan serta cita-cita

Tekadmu membela negeri
Dengan  gagah berani engkau berdiri
Tak pedulikan hidup ataupun mati
Demi sang saka merah putih ini

Tapi ....
Kini penrjuanganmu seperti tak berarti
Tangisan pilu rakyat kecil menjadi-jadi
Korupsipun sudah menjadi tradisi

Wahai pahlawanku
Andai engkau mengerti indonesia kini
Mungkin senyumu menjadi tangismu
Mungkin tawamu menjadi sedihmu

Wahai pahlawanku
Maafkan kami yang belum bisa memperbaiki
Negara yang miskin ini
Tapi kami akan berjanji

Merebut kembali ondonesia engkau
Perjuangan dulu menjadi indonesia
Yang sejahtera abadi
Di sat ini dan nanti

--Bangunlah Ibu Pertiwiku--

Kami saksikan suasana luka lara
Menerpa Ibu Pertiwi
Kami tak habis pikir
Apa gerangan engkau bersedih
Mengapa keadaanmu begitu mengkhawatirkan
begitu mencemaskan

Kami tahu kami begitu durhaka
Tak pernah berbakti kepadamu
Kerusakan, perpecahan, pertikaian,banyak kami lakukan

Dan hanyalah maaf yang dapat kami pinta
Selagi engkau masih mau menerima
Di hati kami tak ada bisikan selain minta maaf ,
Dan menyaksikan engkau bangun
Melawan keruntuhan itu

--Hari Pahlawan--

Demi negeri kau korbankan waktumu
Demi negeri kau korbankan nyawamu
Demi negeri kau korbankan keringatmu
Demi negeri kau korbankan jerih payahmu
Demi negeri kau korbankan hartamu

Tetapi kini kau sudah tak tampak lagi
Di dinding kau hanyalah sebuah gambar
Di atas tanah kau hanyalah sebuah patung
Di bawah tanah kau hanyalah tinggal tulang belulang

Walaupun sosok wujud mu sudah tiada lagi
Tetapi perjuanganmu bagaikan mempunyai nyawa kembali
Yang terasa begitu hidup didalam samudra hati
Namun aku tak bisa menjadi pahlawan sepertimu
Tetapi aku berusaha untuk menjadi pahlawan untuk diriku sendiri.

Dulu kau dikejar-kejar oleh koloni
Tetapi sekarang aku disini menyeruput kopi
Dan mohon ma’af kalau mburi2ne rodok ngentai.

--Kau Melebur Di Sana--

Kau melebur di sana
Di permulaan musim gerhana
Yang terselubung aroma darah
Dan tanah yang berembun air mata

Kau melebur di sana
Kala sang surya mengelupaskan kulit kami
Hingga kawanan peluhmu yang siaga
Menghalau kepulan debu
Yang mengepung dari negeri asing

Kau melebur di sana
Saat air bah berlarian
Memanjati hamparan tanah usang
Dengan jeritan malang
Serta busung lapar

Kau melebur di sana
Saat air mata telah mengguruh menjadi telaga
Hingga timba yang kau ayunkan
Menandaskan kepingan dahaga
Yang merintih di setiap gigir luka kami

--Serdadu Proklamasi--

Terngiang – ngiang sudah
Puluhan tahun begitu membekas
Semangatmu tertancap kuat hingga sekarang
Tidak pernah terpikirkan

Apa jadinya bila serdadu itu hilang
Proklamasi tidak akan menggema
Serdadu proklamasi tancapan kuat proklamasimu
Menorehkan barisan berapi – api

Perjuangan itu menjalar hingga sekarang
Kobaran nasionalismemu
Membawa bangsa ini hingga merdeka
Oh, serdadu proklamasi
Maafkanlah kami,jika sekarang perjuangan itu
Tersendat bagaikan kereta yang macet


Advertisement